karyaku

puisi cinta 
Cinta …
Harus mengalah ..
Tdk memikirkan diri sendiri …
Berbagi dengan yang lain …
Cinta…
Terkadang buat kita sakit…
Tapi harus tetap di jalani…
Karena cinta membutuhkan perjuangan…
Tetaplah mencari cinta yang sejati, tulus, dan berada di jalannya.
Karena, Cinta rela menunggu sampai kapan pun…

 BY. RISYDA AULIA

puisi ayah
sejak subuh kau sudah bersiap-siap kerja ..
di depan cermin kau berkaca ..
dengan penampilan yang sederhana ..
bersiap mengeluarkan motor tua ..


sangat bersemangat kau bekerja ..
untuk mencari sebutir nasi ..
menafkahi keluarga ..
anak dan istri menunggu di rumah dan berdoa semoga bisa makan hari ini ..


BY. RISYDA AULIA 




penulis cacat

ada sepasang suami istri , mereka mempunyai anak . anak itu diberi nama Jesie . jesie adalah cantik , pintar , dan lucu . tapi itu berubah , semenjak ia di ajak jalan-jalan ke taman oleh ayah dan ibunya , pada waktu Jesie berumur satu tahun 6 bulan . sejak saat itu ia demam tinggi selama 3 minggu , yg mengakibatkan ia buta dan bisu .

Selama 6 tahun Jesie bersikap aneh , memecahkan barang-barang , makannya kacau , suka mengamuk , dan lainnya . tidak ada yg mengerti keinginannya , kecuali Ibu Marry, yg mengajar anak buta dan bisu seperti penyakit Jesie . akhirnya ibu memanggil dia untuk dijadikan guru Jesie , agar Jesie mempunyai kehidupan yg lebih baik .

          Ibu Marry mengajarkan Jesie bagaimana cara membaca huruf Braille dan mendengar dengan perasaan . selama 2 minggu , ayahnya memberi waktu kepada Ibu Marry . Jesie sudah bisa menyisir dengan rapi , makan dengan sendok dan rapi . tetapi dia belum mengerti perkataan menggunakan jari . dengan terus menerus Ibu Marry mengajarnya , dengan sepenuh hati . sampai saatnya 2 minggu berakhir , Jesie belum juga mengerti .

          Selama Jesie berada di rumahnya , ia dimanja oleh ayahnya . dan membuat sifat Jesie berubah lagi . padahal Ibu Marry sudah mengajarkan dengan susah payah selama 2 minggu . ketika Ibu Marry hendak pulang , dia melihat Jesie yg sedang memegang air . ini dibuat kesempatan yg bagus oleh Ibu Marry untuk mengajarkan Jesie , di waktu terakhir ia bertemu Jesie . terus menerus Ibu Marry mengajarinya . dan akhirnya Jesie mengerti setiap arti perkataanya .
         
          Dan di kemudian hari , Jesie jadi penulis terkenal dan menjadi sumber inspirasi bagi orang-orang yg mengalami nasib seperti Jesie . sudah banyak buku yg ia buat . ia membuat buku sampai umurnya 78 tahun .

 by risyda aulia

suara di tengah malam

Malam telah larut. Suasana sepi sunyi. Hujan yg mengguyur lebat kmarin sore, membuat jangkrik-jangkrik enggan berbunyi. Hanya sekali-kali terdengar suara burung hantu yang memang bersarang di pohon kelapa dekat rumah Iin.
          Iin membuka matanya. Dia masih mengantuk. Akan tetapi dia kepingin kencing. Lantas,dia menyingkapkan selimut yg menutupi tubuhnya. Dengan berat, dia bangkit. Kemudian, dia melangkah menuju ke kamar mandi.
          Saat itulah, samar-samar dia mendengar suara langkah kaki di samping rumah. Persia seperti dua malam kemarin.
          ‘srek, srek, srek…!’ begitu bunyinya. Suara ini membuat bulu kuduk Iin merinding. Diam-diam dia mencoba mengintip dari jendelakamar. Gelap gulita. Iin tidak dapat melihat apa-apa.
          Iin hendak kembali ke kamarnya. Lagi-lagi terdengar suara aneh. Suara anak kecil tertawa terkikik-kikik. Jangan-jangan ada tuyul atau hantu, pikir Iin. Cepat-cepat dia melangkah menuju kamar pamannya. Kebetulan pintunya tidak terkunci.
“ paman bangun! Aku takut, nih! ” kata Iin sambil menggoyang-goyangkan tubuh Paman. Ternyata, tak mudah membangunkan orang yg sudah mengorok.
          “ paman bangun! Ada hantu! ” kata Iin lebih keras.
          “ hantu? Jam berapa sekarang? Kok kamu ada disini? ” Tanya Paman kaget.
“ di samping rumah, ada suara aneh. Saat ku lihat dari balik jendela, di luar tidak ada apa-apa, ” jelas Iin berbisik, takut membangunkan ayah dan ibu.
“ apa? Sejak kapan di sini ada hantu? Kamu mungkin mimpi. Paman tak percaya, ” kata Paman.
“ yuk, kita lihat paman. Mungkin mereka masih ada disana, ” ajak Iin.
“ paman takut. Seumur-umur belum pernah bertemu dengan hantu. Sudahlah, lebih baik kamu tidur disini saja menemani paman. ”
Saat Iin membaringkan tubuhnya di samping Paman, tiba-tiba terdengar suara tawa seperti tadi. Paman yg dapat mendengar dengan jelas suara itu dengan sigap memeluk tubuh Iin. Dia juga ketakutan.
Akibat rasa ketakutan yang berlebihan, kedua orang itu tidak dapat memejamkan matanya sampai subuh datang.
by risyda aulia






karya tulis Borobudur

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Banyaknya budaya baru yang masuk ke Indonesia membuat orang Indonesia melupakan budaya dan sejarah yang kita punya. Di Indonesia ada sebuah bangunan besar yang bernama candi Borobudur  yang berada di daerah Magelang, Jawa Tengah yang dahulu menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia. Tetapi, sekarang sudah tidak lagi, Borobudur sebagai salah satu keajaiban dunia kini telah dilupakan. Dikarenakan sekarang candi Borobudur sudah dicampur tangankan dengan tangan manusia. Dahulu, candi Borobudur di katakan sebagai 7 keajaiban dunia, karena pembangunannya yang sederhana. Dalam pembuatan candi Borobudur, syailendra hanya menggunakan batu serta telur sebagai perekatnya. Namun  setelah gempa bumi yang melanda Jogjakarta tahun 2006 lalu, patung dan relief yang berada di candi Borobudur tersebut sebagian rusak dan patah. Jadi, faktor yang membuat candi Borobudur tidak lagi menjadi salah satu  7 keajaiban dunia adalah pembuatannya yang sudah dicampur tangankan oleh manusia setelah gempa bumi yang melanda Jogjakarta, Jawa tengah.

Kami tertarik menulis karya tulis tentang Borobudur karena Borobudur memiliki banyak informasi yang bisa di ambil. Mulai dari sejarah pembangunannya maupun sejarah kota itu sendiri. Selain itu Borobudur juga memiliki keindahan dan dahulu merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia. Tetapi di karya tulis ini, kami akan membuat karya tulis yang berkaitan dengan isu candi Borobudur bukan sebagai salah satu 7 keajaiban dunia lagi

1.2  Rumusan Masalah
1)      Apakah arti Borobudur?
2)      Bagaimana sejarah Borobudur?
3)      Mengapa Borobudur dilupakan sebagai 7 keajaiban dunia?
4)      Apa ciri khas arsitektur dari bangunan Borobudur?
5)      Benda – Benda Apa Saja Yang Ada Di Candi Borobudur?
6)      Bagaimana Peranan Candi Borobudur Bagi Obyek Wisata?

1.3  Tujuan Penulisan
1.        Untuk mengetahui dan menghayati sejarah berdirinya Candi Borobudur 
2.         Sebagai siswa harus tahu latar belakang di dirikannya Candi Borobudur 
3.        Untuk mengetahui makna dan arti yang terkandung dalam komplek bangunan Candi  Borobudur
4.         Mengetahui peranan Candi Borobudur sebagai objek Wisata

1.4  Metode Penulisan
1.     Metode Deskriptif:         yaitu Metode yang menggambarkan masalah yang ada pada  masa sekarang
2.     Metode Observasi: yaitu penulis terjun langsung ke lapangan untuk penelitian agar mudah mendapat data – data
3.     Dan informasi dari beberapa tokoh masyarakat di sekitar Candi Borobudur

1.5  Sistematika Penulisan
BAB I       PENDAHULUAN
                  Membahas tentang  latar belakang, perumusan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan, serta sistematika penulisannya.
BAB II      BOROBUDUR KEAJAIBAN DUNIA YANG TERLUPAKAN
                  Pokok-pokok pembahasan berisi arti, sejarah, arsitektur, alasan dilupakan, benda-benda, serta peranan Borobudur
BAB III    PENUTUP
                  Mengarah kepada rangkuman, serta saran dari bab sebelumnya
     DAFTAR PUSTAKA
                  Sumber yang didapat melalui buku, internet, serta melalui kunjungan langsung
      LAMPIRAN
Keterangan dalam bentuk gambar yang menjelaskan tentang koleksi mengenai tempat yang dituju

BAB II
BOROBUDUR KEAJAIBAN DUNIA YANG TERLUPAKAN
2.1 Arti nama Candi Borobudur
·         Nama Borobudur merupakan gabungan dari kata Bara dan Budur. Bara dari bahasa Sansekerta berarti kompleks candi atau biara. Sedangkan Budur berasal dari kata Beduhur yang berarti di atas, dengan demikian Borobudur berarti Biara di atas bukit. Sementara menurut sumber lain berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), sementara sumber lainnya mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi.
·         Mengenai nama Borobudur sendiri banyak ahli purbakala yang menafsirkannya, di antaranya Prof. Dr. Poerbotjoroko menerangkan bahwa kata Borobudur berasal dari dua kata Bhoro dan Budur. Bhoro berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti bihara atau asrama, sedangkan kata Budur merujuk pada kata yang berasal dari Bali Beduhur yang berarti di atas. Pendapat ini dikuatkan oleh Prof. Dr. WF. Stutterheim yang berpendapat bahwa Borobudur berarti Bihara di atas sebuah bukit.

·         Prof. JG. De Casparis mendasarkan pada Prasasti Karang Tengah yang menyebutkan tahun pendirian bangunan ini, yaitu Tahun Sangkala: rasa sagara kstidhara, atau tahun Caka 746 (824 Masehi), atau pada masa Wangsa Syailendra yang mengagungkan Dewa Indra. Dalam prasasti didapatlah nama Bhumisambharabhudhara yang berarti tempat pemujaan para nenek moyang bagi arwah-arwah leluhurnya. Bagaimana pergeseran kata itu terjadi menjadi Borobudur? Hal ini terjadi karena faktor pengucapan masyarakat setempat.

·         Nama Borobudur berasal dari gabungan kata Boro dan Budur, Boro berasal dari kata Sangsekerta berarti “ Vihara” yang berarti komplek Candi dan Bihara atau juga asrama ( Menurut Purwacaraka Dan Stuten Herm ) sedangkan Budur dalam bahasa Bali “ Bedudur” yang artinya di Atas. Jadi nama Borobudur berarti asrama atau bahasa ( Komplek Candi ) yang terletak di atas bukit
2.2 Sejarah Borobudur
2.2.1 Waktu Didirikan
Banyak buku -buku sejarah yang menuliskan tentang Candi Borobudur akan tetapi kapan Candi Borobudur itu di dirikan tidaklah dapat di ketahui secara pasti namun suatu perkiraan dapat di peroleh dengan tulisan singkat yang di pahatkan di atas pigura relief kaki asli Candi Borobudur ( Karwa Wibhangga ) menunjukan huruf sejenis dengan yang di dapatkan dari prasati di akhir abad ke 8 sampai awal abad ke 9 dari bukti-bukti tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur di dirikan sekitar tahun 800 M.

Kesimpulan tersebut di atas itu ternyata sesuai benar dengan kerangka sejarah Indonesia pada umumnya dan juga sejarah yang berada di daerah Jawa Tengah pada khususnya periode antara abad ke 8 dan pertengahan abad ke 9 terkenal dengan abad Emas Wangsa Syailendra kejayaan ini di tandai di bangunnya sejumlah besar candi yang ada di lereng- lereng gunung kebanyakan berdiri khas bangunan hindu sedangkan yang bertebaran di dataran-dataran adalah khas bangunan Budha tapi ada juga sebagian khas Hindu.

Dengan demikian dapat di tarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur di bangun oleh wangsa Syailendra yang terkenal dalam sejarah karena karena usaha untuk menjungjung tinggi dan mengagungkan agama Budha Mahayana.

2.2.2 Penemuan Kembali
Borobudur yang menjadi keajaiban dunia menjulang tinggi di antara dataran rendah di sekelilingnya. Tidak akan pernah masuk akal mereka melihat karya seni terbesar yang merupakan hasil karya sangat mengagumkan dan tidak lebih masuk akal lagi bila di katakan Candi Borobudur pernah mengalami kerusakan.

Memang demikian keadaannya Candi Borobudur terlupakan selama tenggang waktu yang cukup lama bahkan sampai berabad-abad bangunan yang begitu megahnya di hadapkan pada proses kehancuran. Kira-kira hanya 150 tahun Candi Borobudur di gunakan sebagai pusat Ziarah, waktu yang singkat di bandingkan dengan usianya ketika pekerja menghiasi atau membangun bukit alam Candi Borobudur dengan batu-batu di bawah pemerintahan yang sangat terkenal yaitu SAMARATUNGGA, sekitar tahun 800 an dengan berakhirnya kerajaan Mataram tahu 930 M pusat kehidupan dan kebudayaan Jawa bergeser ke timur

Demikian karena terbengkalai tak terurus maka lama-lama di sana-sini tumbuh macam- macam tumbuhan liar yang lama kelamaan menjadi rimbun dan menutupi bangunannya.

Pada kira-kira abad ke 10 Candi Borobudur terbengkalai dan terlupakan.
Baru pada tahun 1814 M berkat usaha Sir Thomas Stamford Rafles Candi Borobudur muncul dari kegelapan masa silam. Rafles adalah Letnan Gubernur Jendral Inggris, ketika Indonesia di kuasai atau di jajah Inggris pada tahun 1811 M-1816 M.
Pada tahun 1835 M seluruh candi di bebaskan dari apa yang menjadi penghalang pemandangan oleh Presiden kedua yang bernama Hartman, karena begitu tertariknya terhadap Candi Borobudur sehingga ia mengusahakan pembersihan lebih lanjut, puing-puing yang masih menutupi candi di singkirkan dan tanah yang menutupi lorong-lorong dari bangunan candi di singkirkan semua sehingga candi lebih baik di bandingkan sebelumnya.

2.2.3 Penyelamatan I
Semenjak Candi Borobudur di temukan dimulailah usaha perbaikan dan pemugaran kembali bangunan Candi Borobudur, mula-mula hanya dilakukan secara kecil-kecilan serta pembuatan gambar-gambar dan foto-foto reliefnya. Pemugaran Candi Borobudur yang pertama kali di adakan pada tahun 1907 M-1911 M di bawah pimpinan Th Van erf dengan maksudnya adalah untuk menghindari kerusakan-kerusakan yang lebih besar lagi dari bangunan Candi Borobudur walaupun banyak bagian tembok atau dinding-dinding terutama tingkat tiga dari bawah sebelah Barat Laut, Utara dan Timur Laut yang masih tampak miring dan sangat mengkhawatirkan bagi para pengunjung maupun bangunannya sendiri namun pekerjaan Van Erp tersebut untuk sementara Candi Borobudur dapat di selamatkan dari kerusakan yang lebih besar.

Mengenai gapura-gapura hanya beberapa saja yang telah di kerjakan masa itu telah mengembalikan kejayaan masa silam, namun juga perlu di sadari bahwa tahun-tahun yang di lalui borobudur selama tersembunyi di semak-semak secara tidak langsung telah menutupi adan melindungi dari cuaca buruk yang mungkin dapat merusak bangunan Candi Borobudur, Van Erp berpendapat miring dan meleseknya dinding-dinding dari bangunan itu tidak sangat membahayakan bangunan itu, Pendapat itu sampai 50 tahun kemudian memang tidak salah akan tetapi sejak tahun 1960 M pendapat Tn Vanerf itu mulai di ragukan dan di khawatirkan akan ada kerusakan yang lebih parah

2.2.4 Pemugaran Candi Borobudur

Pemugaran Candi Borobudur di mulai tanggal 10 Agustus 1973 prasati dimulainya pekerjaan pemugaran Candi Borobudur terletak di sebelah Barat Laut Menghadap ke timur karyawan pemugaran tidak kurang dari 600 orang diantaranya ada tenaga-tenaga muda lulusan SMA dan SIM bangunan yang memang diberikan pendidikan khususnya mengenai teori dan praktek dalam bidang Chemika Arkeologi ( CA ) dan Teknologi Arkeologi ( TA ).

Teknologi Arkeologi bertugas membongkar dan memasang batu-batu Candi Borobudur sedangkan Chemika Arkeologi bertugas membersihkan serta memperbaiki batu-batu yang sudah retak dan pecah, pekerjaan-pekerjan di atas bersifat arkeologi semua di tangani oleh badan pemugaran Candi Borobudur, sedangkan pekerjaan yang bersifat teknis seperti penyediaan transportasi pengadaaan bahan – bahan bangunan di tangani oleh kontraktor ( PT NIDYA KARYA dan THE CONTRUCTION AND DEVELOPMENT CORPORATION OF THE FILIPINE ).

Bagian-bagian Candi Borobudur yang di pugar ialah bagian Rupadhatu yaitu tempat tingkat dari bawah yang berbentuk bujur sangkar sedangkan kaki Candi Borobudur serta teras I, II, III dan stupa induk ikut di pugar pemugaran selesai pada tanggal 23 Februari 1983 M di bawah pimpinan DR Soekmono dengan di tandai sebuah batu prasati seberat lebih dari 20 Ton.

Prasasti peresmian selesainya pemugaran berada di halaman barat dengan batu yang sangat besar di buatkan dengan dua bagian satu menghadap ke utara satu lagi menghadap ke timur penulisan dalam prasasti tersebut di tangani langsung oleh tenaga yang ahli dan terampil dari Yogyakarta yang bekerja pada proyek pemugaran Candi Borobudur.

Pemugaran selanjutnya dilakukan pada tahun 1973-1983, selang 70 tahun dari pemugaran yang dilakukan van Erp. Pemugaran ini dimaksudkan tiada lain sebagai upaya melestarikan budaya yang tak ternilai harganya. Inilah “harta karun” yang sesungguhnya tak bisa dihargai dengan uang apalagi dijual untuk membayar utang.Kesadaran masyarakat untuk ikut mengamankan bangunan candi sangat diharapkan termasuk juga dari para wisatawan.
Penggalian, penelitian, dan rencana pemugaran terhadap candi-candi atau benda-benda bersejarah lainnya yang baru-baru ini ditemukan tentunya membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.Pemugaran bangunan budaya dan kepurbakalaan tidak semudah pembangunan gedung modern.Setiap bentuk bangunan budaya memiliki makna yang khusus dan hal ini tidak dapat diabaikan di dalam pemugaran bangunan kuno tersebut.Oleh sebab itu butuh dukungan dari berbagai pihak, baik dari dalam maupun dari luar negeri.Upaya membangun kembali sebuah simbol-simbol peradaban yang pernah hilang berarti semakin membuka mata-hati kita tentang sejarah peradaban manusia Indonesia yang kaya dengan ilmu pengetahuan dan budaya. Dengan demikian, kita akan menjadi manusia berbudaya yang mampu menghargai budayanya sendiri sebagai bentuk jati diri dan identitas bangsa yang mandiri.
Akhirnya, kita harus membangkitkan kembali gairah menghargai benda-benda cagar budaya yang bukan hanya menjadi kekayaan masyarakat dan bangsa, melainkan juga menjadi kekayaan ilmu pengetahuan yang akan terus mengungkap fakta-fakta sejarah itu. Menikmati keindahan dan menjaga kelestariannya merupakan salah satu bentuk kepedulian yang sangat berarti.Tentunya peran lembaga yang berkaitan dengan perlindungan benda-benda cagar budaya perlu ditingkatkan dengan memberikan pemahaman, pengertian dan sosialisasi tentang pentingnya menjaga dan melestarikan benda-benda tersebut.
Perlindungan hukum pun harus ditegakkan secara konsisten sehingga tidak terjadi lagi kepincangan-kepincangan hukum yang menyisakan rasa ketidakadilan bagi masyarakat, seperti halnya kasus peledakan Candi Borobudur pada 1983.
Tetap menjadi suatu misteri,sekedar tambahan candi Borobudur adalah candi Buddha terbesar di dunia dengan tinggi 34,5 meter dan luas bangunan 123 x 123 meter. Di dirikan di atas sebuah bukit yang terletak kira-kira 40 km di barat daya Yogyakarta, 7 km di selatan Magelang, Jawa Tengah.
Candi Borobudur dibangun oleh Dinasti Sailendra antara tahun 750 dan 842 Masehi.Candi Buddha ini kemungkinan besar ditinggalkan sekitar satu abad setalah dibangun karena pusat kerajaan pada waktu itu berpindah ke Jawa Timur. Sir Thomas Stanford Raffles menemukan Borobudur pada tahun 1814 dalam kondisi rusak dan memerintahkan supaya situs tersebut dibersihkan dan dipelajari secara menyeluruh. Proyek restorasi Borobudur secara besar-besaran kemudian dimulai dari tahun 1905 sampai tahun 1910 dipimpin oleh Dr. Tb. van Erp. Dengan bantuan dari UNESCO, restorasi kedua untuk menyelamatkan Borobudur dilaksanakan dari bulan Agustus 1913 sampai tahun 1983.
Namun, sampai sekarang Candi Borobudur masih menyimpan sejumlah misteri. Sejumlah misteri itu misalnya, siapa yang merancang Candi Borobudur, berapa jumlah orang dipekerjakan untuk membangun candi tersebut, dari mana saja batu untuk membangun candi? Filosofi apa yang digunakan untuk membuat candi tersebut?Tetapi yang pasti candi ini merupakan aset penting bagi Indonesia di mata dunia internasional.Kita harus bangga dan selalu menjaga kelestariannya.

2.3 Alasan mengapa Borobudur sebagai keajaiban dunia yang dilupakan
Ø  Sebagian besar literatur di Indonesia menyebut CandiBorobudur adalah bagian dari tujuh keajaiban dunia. Namun, mengapa New Open World Corporation (NOWC) justru tidak memasukkan Borobudur dalam daftarnya?

Kalau mau dirunut lagi, sebenarnya Borobudur tidak pernah menjadi bagian dari tujuh keajaiban dunia versi Antipater Sidon yang paling populer. Sidon membagi daftar tersebut menjadi Piramida Giza, Taman Gantung Babilonia, Patung Zeus di Olimpia, Kuil Artemis di Turki, Mausoleum, Colossus, dan Mercusuar Iskandariah.

Yang benar, Borobudur adalah bagian dari World Heritage List yang dikeluarkan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), badan PBB yang salah satu tujuannya adalah mempromosikan dan mengamankan keragaman dan warisan budaya dunia. Direktur Utama Taman WisataBorobudur Wagiman Subiarso berpendapat, hingga saat ini Candi Borobudur masih berada pada daftar yang dikeluarkan oleh UNESCO itu.

”Polling yang dirilis NOWC itu sebenarnya sangat subjektif, tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Karena, hasilnya hanya dinilai dan bergantung dari siapa yang menggelar polling,” ujar Wagiman. ”Dalam hal ini, daftar pihak berwenang (UNESCO)-lah yang seharusnya dirujuk,” ujar Wagiman.

Hingga kini, Candi Borobudur masih berdiri tegak dan menjadi salah satu kebanggaan Indonesia. Candi yang dibangun abad kedelapan masa Dinasti Syailendra ini menjadi inspirasi pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri. Umat Buddha juga tetap menggunakannya untuk perayaan keagamaan, seperti peringatan Waisak.

”Dalam satu hari, rata-rata pengunjung Borobudur dari luar negeri sebanyak 300–350 orang. Bahkan, di musim liburan seperti sekarang bisa meningkat hingga 28 ribu orang,” tambah Wagiman
Menyikapi fenomena macam Candi Borobudur secara non-intelektual juga tampak dari posisinya dalam apa yang disebut warisan dunia. Pada 1991, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco) telah menetapkan candi megah tersebut sebagai Situs Warisan Dunia (World Heritage Site). Ia sempat tercatat sebagai satu dari tujuh keajaiban dunia.
Ø  Tapi, sebelum kajian Borobudur tuntas dilakukan, gelar itu kini telah lepas dari genggaman. Penyebabnya karena hasil poling yang rendah. Poling tersebut menunjukkan bahwa popularitas Borobudur di mata dunia telah jauh menurun. Artinya, ada semacam ketidakmampuan atau keengganan untuk mengelola sebuah warisan peradaban dengan baik dan sungguh-sungguh.
Hal ini melempar ingatan saya akan Sipadan-Ligitan yang kini bernasib jauh lebih baik setelah lepas dari Republik Indonesia yang seolah enggan merawat daerah perbatasan.
Kata ‘ahistori’ kini seakan bersemat di Borobudur. Meski telah melewati dinamika sedemikian panjang, banyak misterinya yang masih belum terungkap secara ilmiah. Mulai dari teknologi pembangunan Borobudur, asal naskah untuk kisah yang terukir di seluruh relief candi, atau misteri penggambaran Adibuddha yang tak sempurna dalam ruang stupa induk candi.
Rahasia tersembunyi tentang akar nilai-nilai kesucian Borobudur ini tentunya akan semakin sulit diungkap karena suasana tertentu yang tercipta di sekitar Borobudur. Padahal, pengamanan Borobudur dan zona-zona yang mengelilinginya sangat diperlukan agar terbentuk keseimbangan dan jaminan legal dalam pengembangan kawasan wisata dengan tetap mengedepankan kepentingan konservasi. Sangat ironis, candi yang sesungguhnya memiliki nuansa kesunyian ini malah dikelilingi oleh lingkungan yang cenderung “bising”.
Sebut saja perkara cara pedagang sekitar Borobudur menjajakan dagangannya kepada para turis. Tengok juga fenomena pembangunan sektor pendukung seperti Museum Rekor Indonesia (MURI), Taman Burung, dan Museum Kapal Samudraksa yang semestinya dapat dibangun di daerah lain agar keramaian tak tumpah ruah di sekitar Borobudur saja. Kesemuanya menjadi bukti bahwa pihak pengelola Borobudur terkesan lebih menekankan komersialisasi daripada misi awal, yakni konservasi.
Karena banyak pihak yang memiliki wewenang legal dalam pemeliharaan Borobudur, tak dapat dipungkiri bahwa ada ego sektoral dari masing-masing instansi.  Selain menciptakan kendala, cetak-biru yang menjembatani masing-masing pemangku kepentingan tak dirancang dengan tajam. Apalagi, konsistensi masih menjadi kendala laten dalam program-program yang diinisiasi pemerintah.
BAB III
PENUTUP

3.1       Kesimpulan
Dari semua masalah tentang sejarah berdirinya Candi Borobudur ini dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Sejarah Candi Borobudur
Waktu didirikannya Candi Borobudur tidaklah dapat diketahui dengan pasti namun suatu perkiraan dapat di peroleh dengan tulisan singkat yang di pahatkan di atas pigura relief kaki asli Candi Borobudur ( Karwa Wibhangga ) menunjukan huruf sejenis dengan yang di dapatkan dari prasati di akhir abad ke 8 sampai awal abad ke 9 dari bukti-bukti tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur di dirikan sekitar tahun 800 M.

2. Letak dan Lokasi Candi Borobudur Candi
Borobudur terletak di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang yang letaknya sebelah selatan + 15 km sebelah selatan kota Magelang dataran kedu yang berbukit hampir seluruhnya di kelilingi pegunungan, pegunungan yang mengelilingi Candi Borobudur di antaranya di sebelah timur terdapat Gunung Merbabu dan Gunung Merapi Barat, Laut Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro.



3                        Nama Dan Arti Candi Borobudur
Nama Borobudur berasal dari gabungan kata Boro dan Budur, Boro berasal dari kata Sangsekerta berarti “ Vihara” yang berarti komplek Candi dan Bihara atau juga asrama ( Menurut Purwacaraka Dan Stuten Herm ) sedangkan Budur dalam bahasa Bali “ Bedudur” yang artinya di Atas. Jadi nama Borobudur berarti asrama atau bahasa ( Komplek Candi ) yang terletak di atas bukit

4     Asal- usul Borobudur
Kata Borobudur sendiri berdasarkan bukti tertulis pertama yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jendral Britania Raya di Jawa, yang memberi nama candi ini. Tidak ada bukti tertulis yang lebih tua yang memberi namaBorobudur pada candi ini. Satu-satunya dokumen tertua yang menunjukkan keberadaan candi ini adalah kitab Nagarakretagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365.Di kitab tersebut ditulis bahwa candi ini digunakan sebagai tempat meditasi penganut Buddha.

5Uraian bangunan Borobudur
Candi Borobudur di bangun mengunakan batu Adhesit sebanyak 55.000 Meter kubik bangunan Candi Borobudur berbentuk limas yang berundak-undak dengan tangga naik pada ke 4 sisinya ( Utara, selatan, Timur Dan Barat ) pada Candi Borobudur tidak ada ruangan di mana orang bisa masuk melainkan bisa naik ke atas saja.
Lebar bangunan Candi Borobudur 123 M
Panjang bangunan Candi Borobudur 123 M
Pada sudut yang membelok 113 M
Dan tinggi bangunan Candi Borobudur 30.5 M
Pada kaki yang asli di tutupi oleh batu Adhesit sebanyak 12.750 Meter kubik sebagai selasar undaknya.
3.2       Saran – Saran
Dari pembuatan karya tulis ini penulis akan menyajikan beberapa saran diantaranya:

1.         Kita sebagai generasi muda harus menjadi generasi penerus bangsa dengan cara giat belajar dan berlatih supaya menjadi siswa-siswi yang terampil dan bertaqwa

2.         Kita sebagai warga negara harus menjaga dan melestarikan budaya bangsa dengan memelihara tempat-tempat bersejarah sebagai peninggalan nenek moyang kita

3.         Penulis berharap dengan berkembangnya kebudayaan barat di harapkan pada rekan generasi muda mampu memilih dan menyeleksi budaya yang masuk dan berusaha mempertahankan kebudayaan bangsa sendiri.

1.    Sebaiknya candi Borobudur tidak terlalu sering diperbaiki, selain karena mengganggu para wisatawan juga agar melihatkan keasliannya.

2.    Sebaiknya pengunjung maupun pengelola menjaga kebersihan agar candi Borobudur lebih nyaman dan sering di kunjunhi oleh wisatawan.






Daftar Pustaka

§  MoerTjipto, Drs Borobudur, Pawon Dan Mendut, Kanisus Yogyakarta 1993

§  Soediman, Drs Borobudur Salah Satu Keajaiban Dunia Gramedia Yogyakarta, 1980













by: Risyda Aulia Syahidah